Jumat, 03 Oktober 2014

IDE PKM

Assalamualikum wr. wb

    Kali ini saya akan berbagi ide yang telah saya buat, dan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah teknik digital. Ide ini saya beri nama jendela dan pintu pendektesi kebakaran. Dari yang sering terdengar di berita meninggalnya warga terbakar atau tertimbun rumah karena gempa saya berpikir untuk membuat sesuatu yang beermanfaat dan bisa membantu pintu dan jendela ini berfungsi sebagai penyelamatan ketika ada di tempat-tempat tertutup yang bila mana terjadi kebakaran atau terjadi gempa sulit untuk keluar dari tempat tersebut. Pintu dan jendela ini akan terbuka ketika ada gempa atau terjadi kebakaran dengan menggunakan alarm yang tlah di setting bila sudah mulai muncul asap sekecil apapun atau ada goncangan kecil. Pintu dan jendela ini berguna untuk menyelamatkan warga yang biasanya panik dan sulit untuk menyelamatkan diri ketika ada kecelakaan seperti kebakaran dan gempa terkadang pintunya sulit untuk dibuka, dengan adanya pintu dan jendela pendektesi ini untuk mengurangi adanya korban bila terjadi kecelakaan seperti yang telah disebutkan diatas.

Kelebihan dari adanya pintu dan jendela pendeteksi kebakaran, menguranginya korban yang meninggal atau terjebak di ruangan tertutup. Kekurangannya, jika pintudan jendela terdapat diatas gedung sulit untuk menyelamatkan diri.

Sekian ide yang saya share semoga bermanfaat, terimakasih.
Assalamualaikum. Wr. Wb

BILANGAN BINARY


Bilangan Biner bilangan salah satu jenis dari system bilangan yang ada, bilangan biner terdiri dari angka 0 dan 1 bilangan biner umum digunakan pada dunia komputasi. Komputer menggunakan bilangan biner agar bisa saling berkomunikasi antar sesama komputer, karena computer hanya menggunakan bahasa mesin. Bilangan biner dapat dikonversikan ke jenis system bilangan lain seperti bilangan decimal dan oktal.
Bilangan biner komplemen:
1.      Komplemen 1
Komplemen 1 adalah membalik atau invers bilangan binernya.
Contoh:
o   10+(-6)
10   =   (0) 1010
-6    =   (1) 1001 (di komplemenkan)
            ----------- +
 4    =  (0) 0011
                       1 (di tambahkan 1)
            ----------- +
(0)   0010
o   12+(-4)
12   =   (0) 1100
-4    =   (1) 1011 (di komplemenkan)
            ----------- +
8     =   (0) 0101
                        1 (di tambahkan 1)
            ----------- +
(0)   0100
o   (-13)+7
-13   =   (1) 1011
 7     =   (0) 1000
            ------------ +
-6    =  (1) 0111
                        1
            ------------ +
             (1) 0110
  2. Komplemen 2
      Komplemen dua adalah komplemen satu ditambah satu
o   10+(-6)
10   =   (0) 1010 (di tambahkan 1)
 Jadi     (0) 1011
-6    =   (1) 1001
            ----------- +
4          (0) 0010

o   12+(-4)
12   =   (0) 1100
Jadi      (0) 1101
-4    =   (1) 1011
            ----------- +
8          (0) 0110

o   (-12)+7
-12   =   (1) 1010
Jadi      (1) 1011
 7     =   (0) 1000
            ------------ +
-5     =   (0) 0011



BILANGAN BCD

SISTEM BILANGAN BCD


SISTEM BILANGAN BCD adalah sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa. Hal ini lebih bertujuan untuk “menyeimbangkan” antara kurang fasihnya manusia pada umumnya untuk melakukan proses konversi dari desimal ke biner -dan- keterbatasan komputer yang hanya bisa mengolah bilangan biner. Untuk lebih jelas, dapat dilihat pada contoh berikut :
Misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 17010.dapat dilihat bahwa bilangan biner dari :
110—-> 00012
710—-> 01112
010—-> 00002
Tetapi, berhubung hasil yang diinginkan adalah bilangan BCD, maka basis bilangannya tinggal ditulis sebagai berikut :
110—-> 0001BCD
710—-> 0111BCD
010—-> 0000BCD
maka, nilai BCD dari 17010 adalah 0001 0111 0000BCD.
Harap diperhatikan bahwa setiap simbol dari bilangan desimal dikonversi menjadi 4 bit bilangan BCD.
Contoh lain, misalkan bilangan yang ingin dikonversi adalah 30910.
310—–> 0011BCD
010—–> 0000BCD
910 —–> 1001BCD
maka, nilai BCD dari 30910 adalah 0011 0000 1001BCD
 
Sumber: http://ramaresistor.blogspot.com/2012/04/sistem-bilangan-bcd-dan-operasi.html

Rabu, 10 September 2014

Sistem analog dan sistem digital

Perbedaan sistem analog dan sistem digital
Analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yaitu terpenting yang inggi dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitudo dan frekuensi. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satu detik. Sedangkan phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu. Analog disebarluaskan melalui gelombang elektomagnetik (gelombang radio) secara terus menurus, yang dipengaruhi oleh faktor "pengganggu". Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan.

Sedangkan digital adalah sinyal data dalam bentuk pulsa yang mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 2, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyalnya digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini bisa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.

         Contoh sistem digital secara umum:
     1. Jam digital
     2. Kamera digital
     3. Kalkulator digital
     4. Radio
     5. Komputer

        Contoh sistem analog secara umum:
     1. Remote tv
     2. Spedometer pada motor
     3. Pengukuran tekanan
     4. Telephone
     5. Radio analog

      Contoh sistem analog dalam bidang telekomunikasi:
     1. litar elektronik dalam mesin faksimile
     2. Telephone analog
     3. komputer analog

      Contoh sistem digital dalam bidang telekomunikasi:
    1. automobile engine control
    2. pengiraan (computing)
    3. kawalan automasi (mesin dan robot dalam pembuatan suatu produk)